Hiperemesis adalah suatu keadaan padaawal kehamilan yang di tandai dengan rasamual dan muntah yang berlebihan dalam waktu relative lama. Keadaan ini bila tidak diatasi dapat menyebabkan dehidrasi dan penurunan berat badan.
Hiperemesis adalah suatu keadaan dimana seorang ibu hamil memuntahkan segala apa yang di makan dan di minum sehingga berat badannya sangat turun, turgor kulit kurang, diuresis kurang dan timbul aseton dalam air kencing
Hiperemesis gravidarum tidak boleh diabaikan dan harus ditangani
secara medis. Selain dapat mengganggu aktivitas sehari-hari, kondisi ini
juga dapat berpengaruh buruk pada kesehatan fisik dan psikologis
penderitanya, serta pertumbuhan bayi di dalam kandungan.
Gejala hiperemesis gravidarum
Gejala hiperemesis gravidarum
Berikut ini beberapa gejala hiperemesis gravidarum, di antaranya:
- Mual dan muntah parah secara berkepanjangan.
- Pusing.
- Sakit kepala.
- Jantung berdebar.
- Sulit menelan makanan atau minuman.
- Mengeluarkan air liur secara berlebihan.
- Sangat sensitif terhadap aroma.
Jika tidak ditangani secara baik atau diabaikan, gejala hiperemesis
gravidarum bisa memburuk dan berisiko tinggi menyebabkan komplikasi,
seperti:
- Kehilangan berat badan.
- Dehidrasi.
- Konstipasi.
- Ketosis atau peningkatan kadar asam keton yang bersifat toksik di dalam darah.
- Hipotensi atau tekanan darah rendah.
- Trombosis vena dalam atau penggumpalan darah di dalam pembuluh vena.
- Pingsan.
- Berat badan bayi rendah.
Selain berdampak pada fisik, gejala hiperemesis gravidarum juga dapat mengarah pada masalah lainnya, seperti:
- Menurunnya kualitas hidup penderita akibat aktivitas sehari-hari yang terganggu, baik di dalam kehidupan keluarga, sosial, maupun pekerjaan.
- Masalah psikologis, seperti stres, bingung, cemas, bahkan putus asa.
Jika Anda adalah wanita yang sedang hamil, segera temui dokter atau ke
rumah sakit apabila mengalami gejala mual dan muntah parah secara
berkepanjangan. Diagnosis yang sedini mungkin dilakukan dapat membantu
Anda meredakan gejala hiperemesis gravidarum dan menurunkan risiko
terkena komplikasinya melalui pemberian obat-obatan yang tepat dari
dokter. Diagnosis juga diperlukan untuk mendeteksi adanya kondisi lain
yang menyebabkan mual dan muntah selain hiperemesis gravidarum.
Penyebab hiperemesis gravidarum
Penyebab hiperemesis gravidarum
Diperkirakan sekitar satu persen wanita hamil menderita hiperemesis gravidum. Meski begitu, para ahli hingga kini belum bisa mengetahui secara pasti penyebabnya. Ada beberapa hal yang diyakini ahli berkaitan erat dengan kemunculan hiperemesis gravidarum atau dalam kata lain dapat meningkatkan risiko seorang wanita terkena kondisi ini.
- Pernah mengalami hiperemesis gravidarum di kehamilan sebelumnya.
- Memiliki keluarga dekat yang pernah menderita hiperemesis gravidarum, misalnya ibu, kakak, atau adik.
- Mengandung anak perempuan atau anak kembar.
- Menderita mola hidatidosa atau kegagalan pembentukan janin akibat kehamilan abnormal.
Diagnosis hiperemesis gravidarum
Gejala hiperemesis gravidarum berupa intensitas mual dan muntah yang
sangat tinggi memang mudah dikenali. Namun terkadang dokter perlu
melakukan pemeriksaan lebih detil, seperti tes darah, urine, atau USG
untuk memastikan pasien benar-benar menderita hiperemesis gravidarum dan
bukan kondisi lainnya yang juga menyebabkan gejala yang sama.
Beberapa
contoh kondisi selain hiperemesis gravidarum dengan gejala mual dan
muntah parah adalah mola hidatidosa atau kegagalan pembentukan janin
akibat kehamilan abnormal, gangguan lambung, gangguan hati, serta
penyakit usus buntu.
Pengobatan hiperemesis gravidarum
Pengobatan gejala hiperemesis gravidarum harus dilakukan sedini mungkin agar hasilnya efektif. Karena itu Anda disarankan untuk segera menemui dokter atau ke rumah sakit jika merasakan mual atau muntah yang berkepanjangan. Jika gejala hiperemesis gravidarum belum terlalu parah, kemungkinan dokter akan meresepkan obat-obatan berikut ini untuk Anda konsumsi di rumah:
Pengobatan hiperemesis gravidarum
Pengobatan gejala hiperemesis gravidarum harus dilakukan sedini mungkin agar hasilnya efektif. Karena itu Anda disarankan untuk segera menemui dokter atau ke rumah sakit jika merasakan mual atau muntah yang berkepanjangan. Jika gejala hiperemesis gravidarum belum terlalu parah, kemungkinan dokter akan meresepkan obat-obatan berikut ini untuk Anda konsumsi di rumah:
- Obat-obatan steroid.
- Vitamin B6 dan B12.
- Obat antiemitik atau antimual.
Selain dengan obat-obatan, ada beberapa tips pendukung yang bisa Anda
lakukan untuk meringankan gejala hiperemesis gravidarum, di antaranya:
- Hindari diri dari aroma-aroma yang dapat memicu mual.
- Banyak istirahat dan kurangi gerak.
- Ketika merasa mual, minumlah air jahe atau air soda.
- Konsumsi kudapan kering, seperti biskuit, secara berkala.
Untuk kasus hiperemesis gravidarum yang parah, biasanya penanganan
harus dilakukan di rumah sakit untuk mencegah timbulnya komplikasi lebih
lanjut yang dapat membahayakan kesehatan penderita serta bayi yang
dikandungnya.
Dalam kasus seperti ini, biasanya obat-obatan
antimual akan disuntikkan langsung oleh dokter ke dalam otot atau
pembuluh vena pasien. Selain itu. pemasangan infus juga akan dilakukan
untuk menjaga asupan cairan yang dibutuhkan oleh pasien agar terhindar
dari dehidrasi.
0 Response to "Apa Itu HIPEREMESIS?"
Post a Comment